Penyebab Kerusakan pada Skin Barrier dan Cara Mengatasinya!

Pada artikel sebelumnya, aku sudah membahas mengenai apasih itu skin barrier? So, sekarang aku mau bahas penyebab kerusakan pada skin barrier dan cara mengatasinya.


Tahukah kamu bahwa Kerusakan kulit itu umumnya terjadi pada lapisan stratum korneum atau memiliki nama lainnya moisture barrier atau skin barrier merupakan lapisan kulit terluar yang memiliki pertahan pertama dalam melawan atau menghalangi bakteri yang akan masuk ke dalam, menghalangi berbagai macam polusi dan sinar UV yang ingin masuk ke lapisan berikutnya, serta mencegah kehilangan air dari dalam kulit. Terdiri dari sel-sel pipih yang mati dan protoplasmanya telah berubah bentuk menjadi zat tanduk atau yang lebih dikenal dengan keratin.

    Bila skin barrier ini dirawat dan dipelihara dengan baik maka kulit pada wajah tidak akan mengalami permasalahan yang serius. Fungsi perawatan kulit yang benar seharusnya menjaga, merawat, dan memperbaiki skin barrier agar tetap dapat mempertahankan fungsinya untuk menjaga kulit dari berbagai macam polusi. Namun terlalu banyak skincare atau perawatan kulit yang diaplikasikan akan membuat skin barrier kehilangan fungsi utamanya. Disinilah awal permasalahan baru mengenai penggunaan skincare. Dampak yang terasa setelah pemakaian dalam jangka waktu yang lama serta menggunakan produk perawatan kulit yang rumit serta banyak akan menimbulkan masalah iritasi pada kulit. Iritasi kulit ini terjadi karena penggunaan skincare untuk mengeksfoliasi kulit.

Proses eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati dari wajah, memang diperlukan untuk membantu perkembangan kulit tetapi tidak untuk dilakukan secara rutin. Apabila produk perawatan kulit jenis eksfoliasi ini digunakan secara rutin, skin barrier akan tergores secara terus menerus dan menyebabkan kulit pada wajah terlihat sangat berminyak tetapi terasa kering.

Dampak selanjutnya adalah alergi kulit. Hal ini terjadi karena kandungan dari produk skincare yang digunakan tidak sesuai atau tidak cocok dengan kondisi kulit pada individu masing-masing. Meskipun tipe produk perawatan kulit sudah sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki, tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya alergi. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa bahan yang tidak cocok dengan kulit pada wajah, sehingga secara alami kulit pada wajah akan menimbulkan ruam kemerahan sebagai bentuk reaksi alergi.

Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa saat pertama kali atau kurang lebih dalam jangka waktu 1 bulan, baik sesuai maupun tidak, kulit pada wajah akan menimbulkan ruam kemerahan. Hal ini dapat sebagai bentuk alergi atau mengeluarkan toksin dan kotoran yang menyumbat pori-pori kulit pada wajah. Namun tetap perlu pengawasan dan kewaspadaan bila dampak alergi ini berkepanjangan, segera hentikan penggunaan skincare terkait dan hubungi dokter kulit bila ruam kemerahan bertambah parah.

Selain dampak negatif dari penggunaan skincare terdapat dampak positif yang justru dapat menjaga dan mempertahankan skin barrier sehingga kulit tampak sehat dan cerah alami. Produk perawatan kulit seperti ini biasanya berupa krim pelembab yang cara penggunaannya mengikuti pedoman yang sudah tertera dan tidak digunakan dalam porsi yang berlebihan. Bahanbahan alam yang terdapat pada skincare juga membantu mempertahankan skin barrier agar tetap sehat diantaranya vitamin B5, niacinamide, dan ceramide.

Pola hidup yang sehat juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan ketahanan dari skin barrier diantaranya adalah mengontrol pola makan agar tetap seimbang dan tidak banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol, minum air putih minimal 8 gelas per hari akan membantu kulit agar tetap lembap, dan juga dengan mengurangi bahkan tidak merokok apalagi meminum alkohol akan ikut membantu mempertahakan ketahanan skin barrier.

Selain cara-cara di atas, berikut cara untuk memperkuat dan mempertahankan skin barrier agar kulit tidak terkena masalah kulit yang serius:

1.      Kembali ke rutinitas skincare dasar

Bereksperimen menggunakan skincare yang kandungan bahannya tidak diketahui atau asal coba mengakibatkan kerusakan skin barrier yang parah, sehingga akan sangat membantu bila sebelumnya dilihat dan dipelajari dahulu tipe kulit, jenis perawatan yang sesuai dengan keadaan tipe kulit tersebut, dan bahan kandungan dari produk perawatan kulit yang cocok dengan kulit kamu.

2.      Menggunakan produk perawatan kulit dengan kandungan bahan yang tepat

dr. Elizabeth Tanzi, yang merupakan seorang dermatolog asal Universitas George Washington mengatakan bahwa kulit yang sangat rentan terhadap kemerahan ataupun iritasi memerlukan produk perawatan kulit yang didalamnya terdapat ceramide dan niacinamide. Ceramide merupakan satu dari kandungan alami yang terdapat pada kulit lapisan atas skin barrier, sedangkan niacinamide merupakan bahan yang dapat meningkatkan produksi ceramide dan kolagen pada kulit.

3.      Meningkatkan pertahanan pada kulit

Salah satu yang menyebabkan kulit menjadi stress adalah radikal bebas dan sinar UV. Kedua hal ini menyebabkan skin barrier kehilangan fungsi utamanya untuk melindungi karena ketahanannya diganggu. Cara untuk melindungi kulit dari radikal bebas yaitu dengan mengkonsumsi atau menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan. Vitamin E merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai antioksidan pada beberapa produk perawatan kulit. Sedangkan untuk melindungi kulit dari sinar UV yaitu menggunakan sunscreen sesuai dengan aturan yang tertera dan mengaplikasikannya secara cukup setiap harinya terutama ketika melakukan aktivitas pada siang hari di ruang terbuka.

 

Nah, sekian dulu penjelasan mengenai cara menjaga skin barrier agar tidak rusak, semoga membantu dan kalau ada yang kurang bisa dikoreksi.. Terimakasih;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wajib Tahu! Apa Itu Skin Barrier? Dan Tanda Kerusakan Pada Skin Barrier

3 Masker Alami Ini, Ampuh Mengatasi Permasalahan di Wajah